, , ,

Beribadah untuk siapa ?

BERIBADAH UNTUK SIAPA?

Oleh : Pdt. Darwin Darmawan

Kemarin saya berada satu mobil dengan Kyai yang saya hormati, menghadiri peluncuran salah satu program pemerintah Jawa Barat. Pak Kyai mengungkapkan keprihatinannnya terkait kecenderungan umat beragama yang suka memamerkan kesalehan, lewat simbol atau tampilan fisik.

Keprihatinan pak Kyai mengingatkan saya akan sabda Kristus dalam Matius 6:16 :“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”.Orang yang suka pamer secara rohani, sesungguhnya sudah mendapatkan apa yang ia kehendaki: perhatian sesama manusia.

Padahal, demikian menurut Kristus, kalau seseorang berpuasa, hendaknya ia berpuasa karena ingin menyenangkan Allah Bapa. Jika ini yang mendasari niat puasa seseorang, niscaya Allah akan mengindahkan puasanya( Mat 6:18).

Apa yang Kristus katakan berlaku untuk ibadah atau praktek beragama lainnya: berdoa, bersedekah. Mereka yang beribadah hendaknya mencari perkenaan Tuhan, bukan manusia. Hal ini penting dilakukan di tengah kecenderungan umat beragama yang hobi menunjukkan kesalehan pribadinya di depan manusia. Di negeri ini, simbol agama yang dipakai dan tampilan fisik seseorang seringkali dimutlakkan. Banyak orang berlomba-lomba ingin terlihat saleh di mata manusia. Sayang, itu tidak dibarengi dengan keinginan untuk dinilai saleh oleh-Nya. Akibatnya, ada banyak orang yang hidup beragamanya tidak berintegritas. Mereka bisa memakai topeng sebagai orang yang saleh, baik, rohani namun sejatinya belum saleh, baik dan rohani di mata Tuhan.

Jangan heran kalau kemudian ada ungkapan-ungkapan seperti ini di negeri kita: boleh korup asal seagama, boleh berbohong asal santun, tidak apa-apa mencuri untuk kepentingan umat. Ungkapan-ungkapan tersebut memiliki keserupaan: yang penting baik di mata manusia dan menyenangkan mereka.

Rasanya, hal tersebut yang membuat negeri ini rusak. Terlalu banyak orang beribadah untuk dirinya sendiri dan sesama, bukan untuk Tuhan yang melihat hati manusia.
DD,281118

Facebook Comments
GUSDURian Bogor - Merawat dan Melestarikan Pemikiran Gus Dur
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •